99 SMK di Aceh Terdampak Bencana Segera Diperbaiki dengan Anggaran Rp270 Miliar

Ekonomi

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) segera mempercepat proses rehabilitasi 99 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Aceh yang terdampak bencana alam. Proyek ini mendapat alokasi anggaran sebesar Rp270 miliar sebagai bagian dari komitmen nasional untuk memulihkan infrastruktur pendidikan pasca-bencana dan menjamin kelangsungan belajar para siswa.

Bencana alam yang melanda beberapa wilayah Aceh dalam beberapa tahun terakhir—mulai dari banjir bandang hingga gempa—telah merusak gedung sekolah, laboratorium, hingga fasilitas praktik kejuruan yang sangat vital bagi siswa SMK. Kerusakan ini tidak hanya mengganggu proses pembelajaran, tetapi juga berpotensi menghambat kesiapan lulusan SMK dalam memasuki dunia kerja.

Dengan anggaran tersebut, pemerintah menargetkan perbaikan menyeluruh, termasuk pembangunan ulang ruang kelas, pemulihan bengkel praktik, penyediaan peralatan baru, serta peningkatan ketahanan bangunan terhadap risiko bencana di masa depan. Pendekatan “build back better” diterapkan agar sekolah-sekolah ini tak hanya pulih, tapi juga lebih tangguh dan aman.

Langkah ini disambut positif oleh berbagai pihak, termasuk kepala sekolah dan orang tua murid, yang selama ini terpaksa menggelar pembelajaran di tenda darurat atau gedung pinjaman. Hadirnya fasilitas yang layak diharapkan dapat meningkatkan semangat belajar siswa serta kualitas lulusan SMK di Aceh.

Sambil menantikan pemulihan infrastruktur pendidikan, banyak masyarakat juga mencari hiburan ringan untuk melepas penat. Salah satunya dengan mengunjungi tempat kuliner favorit seperti Indobet, yang menawarkan pengalaman bersantap unik bergaya Mediterania di tengah hiruk-pikuk kota.