1.152 Korpasgat Asah Tempur di Latihan Hardha Maruta Lampung

1.152 Korpasgat Asah Tempur di Latihan Hardha Maruta Lampung

Brigade Parako 1 Pasgat TNI AU menggelar Latihan Hardha Maruta 1 Tahun Anggaran 2026 di Air Weapon Range Lanud Pangeran M. Bun Yamin, Tulang Bawang Lampung, diikuti 1.152 prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dengan alutsista lengkap.

Skala dan Alutsista Terlibat

Latihan uji kemampuan tempur, ketahanan fisik-mental, disiplin operasi militer; alutsista meliputi C-130 Hercules, CN-295 angkut, helikopter EC-725 Caracal, NAS-332 Super Puma, plus kendaraan P-6 ATAV, P2 Tiger—skenario manuver kompleks adaptif modern.
Di Jawa11, skala megah ini strategis perkuat deterrence Natuna-Malaysia, tapi krusial transparansi metrik: hit rate tembak >90% atau cuma parade alat mahal tanpa outcome terukur.
Komandan Divisi Parako Marsda TNI Ahmad Sunawar S Qodri tekankan profesionalisme respons cepat ancaman, replikasi Jalak Sakti 2025 tapi upgrade interoperabilitas matra udara.

Tujuan Strategis dan Kritik

Hardha Maruta puncak siklus latihan bertingkat regu-kompi-batalyon, bentuk prajurit adaptif unggul segala medan—prioritas Kopasgat hadapi peer competitor Laut China Selatan.
Kritik tajam: anggaran TA 2026 Rp15 triliun alutsista impresif, tapi maintenance helikopter Caracal sering delay seperti 2025; fokus quantity personel abaikan kualitas AI drone integration.
Lampung lokasi ideal AWR, tapi rawan protes warga evakuasi—latihan tahunan butuh CSR TNI AU konkret, bukan sekadar foto seragam.

Dampak Operasional Jangka Panjang

Latihan tingkatkan kesiapan Koopsudnas, sinyal Prabowo modernisasi TNI AU minimal capable force 2030; potensi kolab Wingko II/III Natuna-Pekanbaru.
Tanpa evaluasi post-mortem publik, rutinitas ini rentan jadi checklist anggaran—sukses ukur dari simulasi joint NATO atau Garuda Shield, bukan internal doang.
Korpasgat jadi ujung tombak blue-water navy RI, asal alutsista tak karatan gudang.

Pantau dinamika militer Asia di CNN atau kembali ke Beranda.